AdNow

loading...

Inilah Jenis dan Pengertian Cuti yang boleh diambil Pegawai Negeri Sipil 2018


Selamat datang kembali guys, kali ini saya ingin membagikan Jenis-jenis Cuti dalam aturan Pemerintah Negara Indonesia untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), dalam Peraturan PemerintahNomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, ada disebutkan pada Bab kedelapan (XII) tentang Jenis dan Tata Cara Pemberian Cuti bagi Pegawai Negeri Sipil.

Seperti dijelaskan sebelumnya dalam Peraturan Pemerintah ini dijelaskan bahwa Cuti hanya berlaku bagi PNS, apa itu PNS kalian dapat membaca penjelasan rincinya di Website yang khusus membahas PNS yaitu disini.

Kembali ke cuti, bahwa dalam PP No.11 Tahun 2017 yang berhak memberikan dan menyetujui Cuti ialah :

  1. Cuti diberikan oleh PPK.
  2. PPK sebagaimana dimaksud dapat mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat di lingkungannya untuk memberikan cuti, kecuali ditentukan lain dalam Peraturan Pemerintah ini atau peraturan perundang-undangan lainnya.
  3. Cuti bagi PNS yang ditugaskan pada lembaga yang bukan bagian dari kementerian atau lembaga diberikan oleh pimpinan lembaga yang bersangkutan kecuali cuti di luar tanggungan negara
Untuk jenis cuti yang diakui oleh Pemerintah ada 6 jenis,Mari kita baca penjelasan dari apa yang dimaksud cuti-cuti ini.


Cuti Tahunan


Menurut Peraturan ini, PNS dan Calon PNS yang telah bekerja paling kurang 1 (satu) tahun secara terus-menerus berhak atas cuti tahunan, yang lamanya adalah 12 (dua belas) hari kerja.

“Permintaan cuti tahunan dapat diberikan untuk paling kurang 1 (satu) hari kerja,” bunyi diktum IIIA poin 3 lampiran Peraturan ini.

Dalam hal hak atas cuti tahunan yang akan digunakan di tempat yang sulit perhubungannya, menurut Peraturan ini, maka jangka waktu cuti tahunan tersebut dapat ditambah untuk paling lama 12 (dua belas) hari kalender.

Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun yang bersangkutan, menurut Peraturan ini, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun berjalan.

“Sisa hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun bersangkutan dapat digunakan tahun berikutnya paling banyak 6 (enam) hari kerja,” bunyi diktum IIIA poin 9 peraturan ini.

Adapun hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua) tahun atau lebih berturut-turut, menurut Peraturan ini, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan.

Peraturan ini juga menegaskan, hak atas cuti tahunan dapat ditangguhkan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti untuk paling lama 1 (satu) tahun, apabila terdapat kepentingan dinas mendesak. Selanjutnya, hak atas cuti tahunan yang ditangguhkan dapat digunakan dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan tahun berjalan.

Mengenai PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah atau dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, menurut peraturan ini, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan cuti tahunan.

Jadi misalnya pada tahun 2018 Si Bambang berencana mengambil cuti tahunan karena sudah 3 tahun berturut-turut tidak pernah cuti karena keasikan bekerja,maka si bambang dapat mengambil cuti paling banyak 24 hari, atau bila dia mengambil hanya  6 hari cuti maka pada tahun 2019 si Bambang dapat cuti kembali maksimal 18 hari. Dan perlu juga diketahui, bahwa Cuti Tahunan tidak berlaku bagi PNS Fungsional Tertentu seperti Guru/Dosen karena telah mendapatkan liburan sekolah/kuliah.

Cuti Besar


Jika PNS tersebut telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus menerus maka berhak atas cuti besar waktu cutinya paling lama3 (tiga) bulan.
Menurut Peraturan ini Ketentuan paling singkat 5 (lima) tahun secara terus menerus dikecualikan bagi PNS yang masa kerjanya belum 5 (lima) tahun, untuk kepentingan agama. 

PNS yang menggunakan hak atas cuti besar tidak berhak atas cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan.Untuk mendapatkan hak atas cuti besar, PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti besar.Hak cuti besar diberikan secara tertulis oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti besar.  

Misal, si Bambang telah bekerja selama 10 tahun dan berencana pada tahun 2019 ingin pulang kampung selama 2 (dua) bulan, maka si Bambang dapat mengambil cuti besar,tetapi cuti tahunan untuk 2019 tidak bisa diambil oleh si Bambang.

Mengenai Penghasilan, si Bambang atau PNS yang mengambil Cuti Besar tetap mendapatkan Penghasilan Penuh.

Cuti Sakit


Cuti sakit dapat diberikan atau diajukan oleh PNS apabila mengalami sakit 2 (dua) sampai 14 (empat belas) hari dengan syarat membuat surat pengajuan kepada PPK di Instansi tempat bekerja dengan melampirkan bukti surat keterangan sakit dari Dokter.

Bila menderita sakit lebih dari 14 (empat belas) hari, PNS tersebut dapat mengajukan Cuti Sakit dengan membuat Surat Pengajuan kepada PPK dengan melampirkan Bukti Surat Keterangan Dokter dari Pemerinta. Dalam surat keterangan tersebut harus memuat pernyataan tentang perlunya cuti, lamanya cuti,dan keterangan lain yang diperlukan. Untuk Hak Cuti Sakit paling lama dapat diberikan selama 1 (satu) Tahun.

Jika dalam 1 tahun PNS tersebut masih menderita sakit, maka Cuti Sakit dapat ditambah paling lama 6 (enam) bulan dengan dibuktikan surat keterangan dari Menteri yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan dibidang kesehatan.

dan jika setelah jangka waktu tambahan selama 6 bulan tersebut,tidak sembuh maka PNS tersebut dapat diuji kembali kesehatannya oleh Tim Penguji Kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah. 

Bila hasil dari Tim Penguji Kesehatan dinyatakan bahwa PNS tersebut tidak bisa sembuh, maka diberhentikan secara hormat dari Jabatannya karena sakit dan mendapat uang tunggu sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

Cuti Melahirkan


Untuk kelahiran anak pertama sampai dengan kelahiran
anak ketiga pada saat menjadi PNS, berhak atas cuti
melahirkan.
 Untuk kelahiran anak keempat dan seterusnya, kepada
PNS diberikan cuti besar.Lamanya cuti melahirkan yaitu selama 3 Bulan
Pengajuannya sama seperti cuti lainnya, membuat surat pengajuan kepada PPK

Cuti Karena Alasan Penting


PNS berhak atas cuti karena alasan penting, apabila:
  • ibu, bapak, isteri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia;
  • salah seorang anggota keluarga yang dimaksud diatas meninggal dunia, dan menurut peraturan perundang-undangan PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia; atau
  • melangsungkan perkawinan.
Untuk jangka waktu Cuti karena alasan penting yaitu 1 (satu) bulan.

Cuti Bersama


Presiden dapat menetapkan cuti bersama. Cuti bersama sebagaimana dimaksud tidak
mengurangi hak cuti tahunan.PNS yang karena Jabatannya tidak diberikan hak atas
cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan.
Cuti bersama sebagaimana dimaksud  ditetapkan dengan Keputusan Presiden.
  

Cuti di Luar Tanggungan Negara 

Nah ini jenis cuti terakhir,  Cuti diluar tanggungan negara pada dasarnya bukan merupakan hak. Karenanya, permintaan cuti di luar tanggungan negara ini dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang berwenang, demi kepentingan dinas.

Kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya selama 5 (lima) tahun secara terus-menerus, disebabkan karena alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak maka dapat diberikan cuti di luar tanggungan Negara.

Cuti di luar tanggungan Negara dapat diberikan paling lama 3 (tiga) tahun.

Jangka waktu cuti di luar tanggungan Negara dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun apabila ada alasan-alasan penting untuk memperpanjangnya.

Cuti di luar tanggungan Negara yang dilakukan mengakibatkan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dibebaskan dari jabatannya, kecuali untuk persalinan anak keempat dan seterusnya.

Jabatan yang menjadi lowong karena adanya pemberian cuti di luar tanggungan Negara dengan segera dapat diisikan.

Untuk mendapatkan cuti di luar tanggungan Negara, maka Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan disertai alasan-alasannya.

Cuti di luar tanggungan Negara hanya dapat diberikan dengan surat keputusan pejabat yang berwenang memberikan cuti, apabila sudah mendapatkan persetujuan dari Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara.

Selama menjalankan cuti di luar tanggungan Negara, maka Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan tidak berhak untuk menerima penghasilan dari Negara.

Selama menjalankan cuti di luar tanggungan Negara, jangka waktu tersebut tidak diperhitungkan sebagai masa kerja Pegawai Negeri Sipil.

Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan diri kembali kepada instansi induknya setelah selesai atau habis masa menjalankan cuti di luar tanggungan Negara, maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Pegawai Negeri Sipil yang melaporkan diri kepada instansi induknya setelah habis atau selesai masa menjalankan cuti di luar tanggungan Negara, maka :

apabila ada lowongan, ia dapat ditempatkan kembali;
apabila tidak ada lowongan, maka pimpinan instansi yang bersangkutan harus melaporkannya kepada Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara untuk kemungkinan ditempatkan di instansi lain;
apabila penempatan di instansi tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya karena kelebihan dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

nah itu tadi jenis-jenis cuti yang dapat diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil oleh Pemerintah Indonesia. Sudah selayaknya Pemerintah memberikan hak bagi mereka yang menjadi PNS dimana mereka telah mengabdikan diri menjadi Pelayan Masyarakat.

Hayo.. apa sobat-sobat disini ada yang bekerja sebagai PNS? punya tips memanfaatkan cuti? berikan komentarnya dibawah ya.

Terimakasih guys, semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

AdnNow

loading...